Sesudah para jemaah haji melaksanakan semua rangkaian ibadah haji di Makkah selesai, maka semua umat islam di seluruh penjuru dunia merayakan idul adha [ hari raya kurban].
Yang biasanya jatuh pada tanggal 10 dzulhijjah yang pada tahun 2017 ini jatuh pada tanggal 1 september 2017 berlangsung selama tiga hari yaitu pada hari tasrik .
Memperingati apa idul adha
Dalam ibadah haji, umat islam mengenang kembali persidangan dan kemenangan nabi Ibrahim.
Seperti dalam Alquran Yang mengambarkan nabi Ibrahim sebagai berikut:
" Sesungguhnya Ibrahim adalah teladan, taat kepada Allah, secara alamiah, dan dia bukan orang musrik. Dia bersyukur atas karunia- karunia kami, kami memilih dia dan membimbingnya ke jalan yang benar, kami memberikannya kebaikan di dunia ini, dan pada saat berikutnya dia pasti berada diantara orang benar." (Al Quran 16: 120-121)
Sebuah ujian yang paling berat di alami nabi Ibrahim adalah mendapat perintah Allah untuk mengorbankan anak tunggalnya. Setelah mendapatkan perintah itu, beliau tetap tunduk kepada kehendak Allah . Ketika beliau bersiap melakukannya, Allah mengungkapkan kepadanya bahwa "pengorbananya" telah diterima. Dia telah menunjukkan bahwa cintanya kepada Tuhannya menggantikan semua yang lain, bahwa dia akan menyerahkan nyawanya sendiri atau nyawa orang-orang yang disayanginya untuk tunduk kepada Allah. Dengan ketegarannya ini maka nabi Ismail di ganti dengan seekor domba.
Pengorbanan hewan pada idul adha
Pada perayaan idul adha , umat islam memperingati dan mengingat pengorbanan nabi Ibrahim yang dengan izin Allah anaknya nabi Ismail di ganti dengan seekor domba.
Maka dari itu seluruh umat islam mengorbankan binatang seperti domba, unta,sapi atau kambing.
Tindakan ini sangat sering disalahpahami oleh orang-orang diluar iman.
Allah telah memberi kita kuasa atas binatang dan membiarkan kita makan daging, tetapi dengan hanya dengan mengucapkan nama Allah pada tindakan khidmat pada saat menyembelihnya. Dengan mengucapkan nama Allah pada saat menyembelihan, untuk mengingatkan kita bahwa hidup itu sakral.
Daging kurban pada idul adha sebagian besar diberikan kepada orang lain. Sepertiga dimakan oleh keluarga dan keluarga dekat, sepertiga diberikan kepada teman, dan sepertiga diberikan kepada orang miskin . Tindakan ini adalah kesediaan kita untuk menyerahkan hal-hal yang bermanfaat bagi kita untuk dengan hati kita, untuk mengikuti perintah-perintah Allah . Ini juga melambangkan kesediaan kita untuk melepaskan sebagian dari karunia kita sendiri, untuk memperkuat ikatan persahabatan dan membantu mereka yang membutuhkan. Kami menyadari bahwa semua berkat berasal dari Allah, dan kita harus membuka hati kita dan berbagi dengan orang lain.
Sebuah ujian yang paling berat di alami nabi Ibrahim adalah mendapat perintah Allah untuk mengorbankan anak tunggalnya. Setelah mendapatkan perintah itu, beliau tetap tunduk kepada kehendak Allah . Ketika beliau bersiap melakukannya, Allah mengungkapkan kepadanya bahwa "pengorbananya" telah diterima. Dia telah menunjukkan bahwa cintanya kepada Tuhannya menggantikan semua yang lain, bahwa dia akan menyerahkan nyawanya sendiri atau nyawa orang-orang yang disayanginya untuk tunduk kepada Allah. Dengan ketegarannya ini maka nabi Ismail di ganti dengan seekor domba.
Pengorbanan hewan pada idul adha
Kambing berjejer untuk dijual di pasar ternak di Indonesia selama Idul Adha. Robertus Pudyanto / Getty image
Pada perayaan idul adha , umat islam memperingati dan mengingat pengorbanan nabi Ibrahim yang dengan izin Allah anaknya nabi Ismail di ganti dengan seekor domba.
Maka dari itu seluruh umat islam mengorbankan binatang seperti domba, unta,sapi atau kambing.
Tindakan ini sangat sering disalahpahami oleh orang-orang diluar iman.
Allah telah memberi kita kuasa atas binatang dan membiarkan kita makan daging, tetapi dengan hanya dengan mengucapkan nama Allah pada tindakan khidmat pada saat menyembelihnya. Dengan mengucapkan nama Allah pada saat menyembelihan, untuk mengingatkan kita bahwa hidup itu sakral.
Daging kurban pada idul adha sebagian besar diberikan kepada orang lain. Sepertiga dimakan oleh keluarga dan keluarga dekat, sepertiga diberikan kepada teman, dan sepertiga diberikan kepada orang miskin . Tindakan ini adalah kesediaan kita untuk menyerahkan hal-hal yang bermanfaat bagi kita untuk dengan hati kita, untuk mengikuti perintah-perintah Allah . Ini juga melambangkan kesediaan kita untuk melepaskan sebagian dari karunia kita sendiri, untuk memperkuat ikatan persahabatan dan membantu mereka yang membutuhkan. Kami menyadari bahwa semua berkat berasal dari Allah, dan kita harus membuka hati kita dan berbagi dengan orang lain.
Sangat penting untuk memahami bahwa pengorbanan itu sendiri, seperti yang dilakukan oleh umat Islam, tidak ada hubungannya dengan penebusan dosa kita atau menggunakan darah untuk membersihkan diri dari dosa. Ini adalah kesalahpahaman oleh orang-orang dari generasi sebelumnya:
"Bukan daging atau darah mereka yang mencapai Allah; kesalehanmu yang sampai kepada-Nya" (QS. 22:37).
"Bukan daging atau darah mereka yang mencapai Allah; kesalehanmu yang sampai kepada-Nya" (QS. 22:37).
Simbolisme ada dalam sikap - kemauan untuk berkorban dalam hidup kita agar tetap berada di Jalan Lurus. Kita masing-masing berkorban kecil, menyerahkan hal-hal yang menyenangkan atau penting bagi kita. Seorang Muslim sejati, seseorang yang menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan, bersedia untuk mengikuti perintah Allah dengan sempurna dan patuh.
Inilah kekuatan hati, kemurnian dalam iman, dan ketaatan yang Tuhan inginkan dari kita.

